Friday, September 6, 2024

PELECEHAN SEKSUAL YANG TERJADI DI FISIPOL UNESA

 



( SURABAYA, 07 SEPTEMBER 2024) ,

Pelecehan seksual sangat banyak di alami di sekitar kita khususnya kaum perempuan. Hampir semua perempuan mengalami pengalaman seksual. Kekerasan seksual merupakan masalah yang sudah lama terjadi di Indonesia,dengan kasus-kasus yang sering terjadi. Dengan kejadian ini hukum di Indonesia belum sepenuhnya memberikan sanksi tegas bagi pelaku dan perlindungan yang cukup bagi korban.

 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi sorotan terkait kasus seksual terungkap yang melibatkan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL). Kasus ini menunjukkan setelah terungkapnya kesimpulan logistik yang dilakukan oleh seorang anggota BEM terhadap mahasiswa baru dari program studi Hubungan Internasional (HI), Setelah terungkap kejadiaan tersebut ternyanta banyak korban yang speak up dan korban berjumlah 9 orang.

Menurut pengakuan Annisa Eka Febryanti, seorang dari korban mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Agustus 2024, pada saat Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Bearawal dari korban yang tidak mengikuti kegiatan ospek atau yang biasa di sebut PKKMB lalu dihubungi oleh salah satu anggota BEM FISIPOL(pelaku) yang menanyakan mengapa tidak mengahidiri pada saat acara tersebut. Pada saat tengah malam hari pelaku melakukan pelecehan seksual melalui voice note suara dengan konten yang tidak pantas lalu di pagi hari pelaku menghubungi korban lagi menanyakan kenapa tidak di balas. Korban merasa ketakutan dan tidak berani membalas pesan tersebut.

 

Korban melaporkan masalah ini kepada pihak yang berwenang di kampus, yakni Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIPOL dan BEM FISIPOL. Ketika diinterogasi, pelaku menyalahkan korban dengan alasan foto profil whatsapp korban dianggap "mengundang nafsu."

 

Saat ini, pelaku sudah diserahkan kepada satuan tugas dan kasus (SATGAS) dan masih dalam pengawasan pihak berwajib. DPM FISIPOL UNESA memberikan perlindungan dan mengawasi aktivitas di kampus kepada korban, DPM FISIPOL UNESA akan merahasiakan identitas korban dan pelaku.

 Annisa Eka Febryanti juga mengungkapkan bahwa korban mengalami trauma berat atas kelakuan pelaku yang sangat tidak pantas untuk dilakukannya dan si korban baru saja sembuh dari trauma sebelumnya, di mana dia juga pernah menjadi korban diungkapkan secara seksual oleh mantan pacarnya.



Ditulis oleh Ade Zhatasya Putri / 24041184071 

 

No comments:

Post a Comment

RESPOND MENGEJUTKAN DARI PENJUAL PAPEDA TENTANG PEMBEGALAN DI SURABAYA

  RESPOND MENGEJUTKAN DARI PENJUAL PAPEDA TENTANG PEMBEGALAN DI SURABAYA   banyaknya kasus pembegalan yang terjadi di surabaya semingg...