KERESAHAN PEDAGANG MAKANAN KARENA BAHAN BAKU YANG MAHAL DAN MINIM KONSUMEN
MOJOKERTO-Turunnya daya beli masyarakat sangat dirasakan sejumlah pedagang dan pelaku usaha mikro menengah(UMKM) di Indonesia.Perekonomian Indonesia Sebagian besar didorong oleh peningktan konsumsi rumah tangga dan salah satu industri yang berkembang pesat adalah industri makanan dan minuman. Pertumbuhan penjualan didorong oleh peningkatan pendapatan pribadi dan peningkatan pengeluaran untuk makanan dan minuman,terutama dari meningkatnya konsumen kelas menengah.
Pemasukan dan pengeluaran yang tidak stabil membuat para pedagang berputar otak agar bisa trus berdagang.pemasukan yang minim membuat para pedagang resah karna harus membeli ulang bahan baku untuk dijual Kembali dengan pemasukan yang minim.
Bapak Amir,pedagang soto daging di sidomulyo ,Mojokerto ,mengaku pendapatannya menurun akibat tidak terkendalinya harga bahan – bahan kebutuhan pokok.“Memang kondisi sekarang itu jauh berbeda dengan sebelum – sebelumnya . Sekarang itu ekonominya susah menurut aku.kulakannya(beli bahan baku-red)masih banyak yang naik ,terus konsumennya menurun jauh banget dari sebelum-sebelumnya.mungkin ya karena pendapatan orang – orang sekarang itu ya mungkin juga menurun,jadi membuat mereka lebih berpikir ulang untuk membeli apapun.”
Bapak Amir menyiasati kondisi ekonomi yang tidak pasti ini dengan mengurangi ukuran produk makanan yang dibuatnya,tapi tetap mempertahankan kualitas . Tujuannya agar pembeli tetap datang ,sehingga ekonomi keluarga tetap dapat berputar.
Dengan banyaknya pelaku usaha yang menggeluti usaha makanan,tentunya hal yang perlu diperhatikan adalah rasa dan kualitas yang tetap.Karna pelanggan akan tetap Kembali kalau rasa dan kualitas masih sama seperti yang mereka rasakan pertama kali,apalagi kalau sudah cocok.Hal inilah yang membuat para pedagan saat ini resah dan bingung karna pengeluaran untuk kebutuhan hidup yang banyak sedangkan pemasukan minim sekali.

No comments:
Post a Comment