Tidak semua orang bisa membagi waktu antara kuliah dan berjualan. Kuliah sambil kerja tidaklah mudah, banyak yang melakukannya mulai dari untuk mengisi waktu luang bahkan ada juga yang melakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satunya adalah kisah Tifara dan Auliya, remaja berusia 18 tahun yang sekarang sedang menempuh pendidikan menjadi mahasiswi baru Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
“Setelah saya berhasil lolos memasuki progam studi Ilmu Komunikasi UNESA lewat jalur SNBP saya jadi memiliki banyak sekali waktu luang, akhirnya saya mengajak teman saya Auliya untuk berjualan dimsum mentai. Alasan saya berjualan dimsum mentai karena dimsum mentai kini menjadi salah satu makanan yang digemari remaja seperti saya, dan kebetulan saya memiliki ketertarikan pada bidang memasak” ucap Tifara. Tifara dan Auliya mulai berjualan sejak bulan Juni 2024, alasan keduanya berjualan awalnya hanya untuk mengisi waktu luang sebelum mulai masuk ke dunia perkuliahan. Tetapi, tidak disangka untung dari penjualan dimsum mentai mereka dapat mengurangi beban kedua orang tuanya dalam memberi mereka uang saku, bahkan tidak jarang mereka memberi kedua orang tuanya sebagian hasil dari penjualan mereka.
Walaupun sambil berjualan, kuliah tetaplah menjadi prioritas utama mereka berdua yang harus diselesaikan dengan baik dan bersungguh sungguh. Cara Tifara dan Auliya membagi waktu antara berjualan dan kuliahnya adalah dengan cara membuka PO di hari senin sampai dengan kamis kemudian jumat sampai dengan minggu mereka baru mulai membuat pesanannya dan langsung dikirim ketika sudah selesai, jadi tidak akan menganggu waktu kuliahnya. Harapan Tifara dan Auliya untuk kedepannya adalah bisa lulus dalam waktu 3,5 tahun, dapat membiayai kebutuhan mereka sendiri dan tidak terus terusan bergantung kepada orang tua serta dapat melatih kemandirian untuk menciptakan lapangan pekerjaan terutama untuk teman teman sekitarnya.
Dari kisah Tifara dan Auliya ini kita dapat belajar bahwa kuliah sambil berjualan tak selamanya berimbas pada akademik seseorang, selagi orang tersebut punya kemauan, bisa membagi waktu dan bersungguh sungguh, maka keduanya dapat berjalan secara bersamaan.
(oleh: Atha Nidya Marshaniswa/24041184275)

No comments:
Post a Comment