Banyak anak muda merasa bahwa musik dapat mencerminkan apa
yang mereka rasakan. Saat sedang merasa sedih, musik dengan lirik yang relevan
atau melodi yang menenangkan seirng menjadi pilihan. Sebaliknya, saat ingin
membagkitkan semangat, mereka cenderung memilih musik dengan tempo cepat dan
beat yang enerjik. Bagi sebagian besar dari mereka, musik adalah teman setia
yang bisa menyesuikan diri dengan suasana hati kapan pun diperlukan.
Netha (19), seorang mahasiswi dari Universitas Brawijaya,
membagikan pengalamannya mengenai bagaimana musik membantunya mengurangi stres.
“musik tuh salah satu media yang bisa aku gunain buat ngelepasin beban di
pikiran, setidaknya untuk sejenak, pas dengerin musik tuh bisa buat aku lupa
sama masalah dan akhirnya bisa pelan-pelan selesaiin itu”, ungkapnya. Bagi Netha,
musik sangat membantu dia untuk melepaskan beban di pikiran dan mengurangi
stres.
Selain sebagai cara untuk mengatasi emosi, musik juga
berperan dalam kehidupan sosial anak muda. Banyak yang menjadikan musik sebagai
sarana untuk menjalin kedekatan dengan teman-teman. Mahes (18), seorang
mahasiswi dari Universitas Sebelas Maret juga menceritakan bagaimana musik
dapat membuatnya akrab denga orang lain. “Karena musik, aku tuh bisa akrab sama
orang lain, apalagi kalau selera musiknya sama, ngobrol tuh jadi lebih
nyambung,” ungkapnya. Tidak jarang musik atau playlist memiliki makna khusus
karena berkaitan dengan perasaan tertentu yang mereka alami bersama orang-orang
terdekat. Musik menjadi bagian dari pengalaman hidup mereka, menciptakan ikatan
emosional secara personal maupun dalam hubungan sosial.
Saat ini musik telah mengambil peran yang lebih
dari sekedar hiburan bagi anak muda. Musik adalah alat yang memungkinkan mereka
untuk mengelola emosi dan merayakan momen kebahagiaan. Di tengah dunia yang
terus berubah, musik memberikan ruang bagi mereka untuk menemukan kedamaian dan
semangat di dalam diri sendiri.
Mekarilla Cintanya Ramadhany (24041184085)

No comments:
Post a Comment